Senin, 18 Desember 17 | 21:39 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Pil PCC Dicetak Dalam Rumah Kedap Suara

Pil PCC Dicetak Dalam Rumah Kedap Suara

Jakarta, Obsessionnews.com – Dua pelaku utama, Joni dan Sri Anggoro alias Ronggo, serta 11 tersangka lain yang merupakan karyawan pembuat pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) berhasil diamankan oleh satuan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Jawa Tengah.

“Ini adalah upaya jaringan narkotika meregenerasi pangsa pasarnya. Anak-anak diracuni dan ke depan akan mengkonsumsi narkoba,” ungkap Kepala BNN, Komjen Budi Waseso saat jumpa wartawan di pabrik pil PCC di jalan Dr Setia Budi 66, Kampung Cinderejo, RT 1/RW 4, Gilingan, Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (4/12/2017).

Penggeledahan pabrik pil PCC pada Minggu (3/12) lalu membutuhkan waktu setidaknya lima bulan untuk menemukan pabrik tersebut. Sebelumnya sudah menemukan beberapa tempat peredaran pil PCC di Kalimantan, termasuk Sulawesi dan Jakarta.

“Dari situ kita dalami asal usul dari mana supply PCC ini. Akhirnya kita temukan pabriknya di Semarang dan Solo ini,” kata Buwas.

Di kawasan Solo, BNN menggerebek tiga lokasi. Dua lainnya sebagai gudang berada di Sukoharjo, tepatnya di Desa Langenharjo dan Kelurahan Gayam. Ketiga lokasi tersebut berada di kawasan tengah kota.

“Modusnya begitu, mereka memilih di tengah kota biar tidak dicurigai. Tapi mereka buat kedap suara supaya tidak keluar suara,” tambahnya.

Dari tempat tersebut diamankan tiga juta pil PCC yang siap edar Pil PCC dengan merek Zenith, termasuk bahan baku pembuatan PCC. Tercatat pil tersebut telah diproduksi dari Januari hingga Desember 2017 dan menghasilkan 50 juta pil PCC.

Efek halusinasi tersebut bisa membuat pelaku terancam nyawanya seperti melompat ke dalam got, terlebih lagi mereka tidak takut menceburkan diri ke laut. Pil tersebut mempunyai efek yang sama bahayanya dengan flaka, terlebih jika dikonsumsi oleh anak-anak. Dampaknya memabukkan, kalau dicampur caffeine dan minuman keras terasa seperti zombie.

Peredaran pil tersebut merupakan upaya jaringan narkotika untuk menyasar pasar anak-anak. Apalagi harga pil PCC ini dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 4 ribu.

Seperti diketahui pabrik di Semarang bisa memproduksi 9 juta butir PCC dan Dextro setiap harinya. Dua pelaku utama adalah  Joni dan Ronggo mendapat keuntungan bersih Rp 2,7 miliar per bulan. Sedangkan 11 tersangka lain yang merupakan karyawan mendapat gaji Rp 5 juta sampai Rp 9 juta per bulan. (Popi)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *