Sabtu, 16 Desember 17 | 10:13 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Penundaan RUU Pemilu Permintaan PDI-P

Penundaan RUU Pemilu Permintaan PDI-P
* Lukman Edy.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pembahasan RUU Pemilu masih belum menemukan titik temu. Sejumlah fraksi masih memperdebatkan lima isu kursial yakni, Parliamentary Treshold, Presidential Treshold, Dapil Magnitude, Sistem Pemilu, dan Metoda Konversi Suara.

Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy mengatakan, pembahasan RUU Pemilu ditunda karena masih membutuhkan lobi-lobi dari sejumlah fraksi. Hal ini kata dia, berdasarkan permintaan dari Fraksi PDI-P.

“Penundaan disebabkan permintaan dari beberapa fraksi, terutamanya PDI Perjuangan, untuk diberikan kesempatan adanya lobi-lobi antar fraksi yang melibatkan penentu kebijakan di partai politik masing masing,” ujarnya, di DPR Senin (12/6/2017).

Lukman menyebut pada rapat Kamis (8/6) lalu muncul usulan menggunakan skenario paket yang jumlahnya ada empat. Paket itu dimunculkan untuk mengakomodir semua fraksi agar bisa menemui kata sepakat.

“Akan diupayakan musyawarah mufakat, namun langkah terakhir dengan voting juga menjadi pilihan,” ungkapnya.

Berikut 4 paketnya:

Paket A
1. Parliamentary Treshold: 5%
2. Presidential Treshold: 10%-15%
3. Dapil Magnitude: 3-8
4. Sistem Pemilu: Terbuka
5. Metoda Konversi Suara: Sainta Lague Murni

B.
1. Parliamentary Treshold: 5%
2. Presidential Treshold: 20%-25%
3. Dapil Magnitude: 3-8
4. Sistem Pemilu: Terbuka Terbatas
5. Metoda Konversi Suara: Sainta Lague Murni

C.
1. Parliamentary Treshold: 4%
2. Presidential Treshold: 0%
3. Dapil Magnitude: 3-10
4. Sistem Pemilu: Terbuka
5. Metoda Konversi Suara: Quota Harre

D.
1. Parliamentary Treshold: 4%
2. Presidential Treshold: 10%-15%
3. Dapil Magnitude: 3-10
4. Sistem Pemilu: Terbuka Terbatas
5. Metoda Konversi Suara: Sainta Lague Murni

(Albar)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *