Jumat, 24 November 17 | 10:42 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Peneliti NSEAS: Rezim Jokowi Berpaling ke Cina, Pemasokan Narkoba ke Indonesia Meningkat

Peneliti NSEAS: Rezim Jokowi Berpaling ke Cina, Pemasokan Narkoba ke Indonesia Meningkat
Photo Credit To Sejumlah tersangka dan barang bukti narkotika dihadirkan saat gelar barang bukti pengungkapan penyelundupan narkotika jaringan internasional dari Cina di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017). (Foto: KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejak dipercaya oleh rakyat menjadi Presiden RI melalui Pilpres 2014, Joko Widodo (Jokowi) membuat gebrakan spektakuler di bidang pemberantasan narkoba, yakni menghukum mati  bandar  narkoba. Sejumlah gembong narkoba dari Indonesia dan luar negeri telah dieksukesi mati.

Meski pemerintah bersikap tegas terhadap bandar narkoba, peredaran narkoba tetap marak di Indonesia. Bagi sindikat narkoba internasional Indonesia merupakan sorga untuk pasar narkoba. Salah satu negara pemasok narkoba ke Indonesia adalah Cina.

Peneliti senior Network for South East Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap.

Peneliti senior Network for South East Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengatakan, sejak rezim Jokowi berpaling ke Cina, terutama  dalam hubungan kerja sama ekonomi, pemasokan narkoba narkoba dari Cina ke Indonesia meningkat.

Muchtar tak asal berbicara. Ia memberikan bukti, yakni  pada Maret 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  menggagalkan penyeludupan narkotika dari Cina di kawasan Medan, Sumatera Utara. Barang haram tersebut diselundupkan dari Cina   ke Indonesia melalui Aceh, ujung  Pulau Sumatera.  (Sumber 1)

Aparat juga menangkap pengedar narkoba di Surabaya pada April 2017.  Polda Jawa Timur (Jatim) menelusuri penyeludupan berbagai jenis narkotika dari Cina.Terdapat barang bukti  narkoba jenis sabu, pil ekstasi , dan pil happy five. Semua barang bukti berasal dari Cina. (Sumber 2)

Sebelumnya pada Juni 2016 di Jakarta BNN membeberkan adanya  jaringan pengiriman narkoba unik dari Cina.  BNN berhasil mengungkap jaringan pengiriman sabu di kawasan Rawa Bebek, Jakarta Utara.  Jaringan ini memiliki cara unik dalam menyembunyikan barang haram tsb.Yaitu memasukkan  ke tiang pancang setebal 4 sentimeter Pipa digunakan  berdiameter 16 Cm dengan tebal 6 Cm dan rongga 4 Cm. Dalam setiap pipa besi, disimpan sabu 5 kg, dibungkus dengan aluminum foil. Harus digunakan alat khusus untuk mengambil narkoba  di dalam pipa tersebut.  Narkoba ini dikirim dari Cina melalui jalur laut, kemudian dikirim ke pabrik mi yang digunakan sebagai kamuflase.  (Sumber 3)

BNN mengakui saat ini sindikat jaringan narkotika dari Cina memegang kendali peredaran bisnis di Indonesia. Cina adalah pemasok terbesar narkoba ke Indonesia. Setelah Cina, Iran menempati urutan kedua sebagai pemasok narkoba ke Indonesia, kemudian Afrika dan negara di Eropa. (Sumber 4)

“Masuknya narkoba dalam jumlah besar dicurigai bagian dari operasi merusak generasi muda dan berbagai kalangan dari rencana besar Cina untuk  menguasai Indonesia,” tandas Muchtar ketika dihubungi Obsessionnews.com, Jumat (19/5/2017).

Ia mengatakan, rezim Jokowi  perlu mengelola dan mengendalikan isu penyelundupan narkoba dari Cina ini agar tidak menjadi dasar penolakan kebijakan hubungan kerja sama ekonomi dengan Cina.

“Jika tetap tak mampu dan gagal mengatasi dampak berupa penyelundupan narkoba dari Cina, maka publik bisa jadi menggunakan kegagalan mengurus isu ini sebagai bahan penggerusan atau dawngrade  elektabilitas Jokowi pada Pilpres tahun 2019 mendatang,” tegas alumnus Program Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1986 ini. (arh)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masukan kode dibawah

%d blogger menyukai ini: