Senin, 11 Desember 17 | 07:21 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Jerman Ukir Rekor di Kualifikasi Piala Dunia

Jerman Ukir Rekor di Kualifikasi Piala Dunia
Photo Credit To Timnas Jerman.

Sukses Jerman lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 diwarnai prestasi manis lainnya. Sang juara bertahan mencetak selisih gol +39 yang menjadi catatan terbaik dalam sejarah kualifikasi zona Eropa.

Hal itu terjadi setelah mereka menghancurkan Azerbaijan 5-1 pada laga pamungkas, Senin (9/10) dini hari WIB dan tim polesan Joachim Low juga menyapu bersih sepuluh laga kualifikasi dengan kemenangan.

Pasukan Joachim Low memenangi sepuluh pertandingan menuju Rusia dan mencatat selisih gol terbaik sepanjang sejarah kualifikasi zona Eropa.

Jerman menyudahi rangkaian perjalanan menuju Rusia dengan tital 43 gol dan hanya empat kali kebobolan untuk mencatat selisih gol tersebut, melampaui catatan Rumania dengan +33 gol-nya pada kualifikasi Piala Dunia 1998.

Dari sepuluh hasil tersebut, termasuk di antaranya saat Die Mannschaft menang 8-0 dan 7-0 atas San Marino, yang kalah di seluruh laga kualifikasi dan mencatat selisih gol -49, pun saat menghancurkan Norwegia 6-0.

Jerman taklukkan Azerbaijan 5-1. (goal.com)

Libas Azerbaijan, Jerman Jaga Kesempurnaan
Kemenangan telak atas Azerbaijan membuat sang juara bertahan Piala Dunia menggenggam catatan sempurna di babak kualifikasi.

Jerman menutup kampanye kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan catatan 100 persen kemenangan setelah melibas Azerbaijan dengan skor 5-1 di Fritz-Walter Stadion Kaiserslautern, Senin (9/10) dini hari WIB.

Die Mannschaft yang sudah memastikan lolos secara otomatis ke Rusia tahun depan setelah menyegel posisi puncak Grup C tetap tampil mendominasi permainan atas Azerbaijan sejak awal laga kendati menurunkan banyak pemain pelapis.

Kegagalan Gara Garayev dalam mengantisipasi sebuah tendangan sudut membuat gawang Azerbaijan bobol saat laga baru berjalan delapan menit. Leon Goretzka yang berdiri bebas mampu melepaskan tembakan dengan tumit yang memperdaya kiper Kamran Aghayev.

Jerman harus kehilangan Skhodran Mustafi akibat cedera saat hendak mengejar Ramil Sheydayev yang menerima umpan Tamkin Khalilzade, sebelum kemudian berlari meninggalkan bek Arsenal dan dengan aksinya di dalam kotak penalti berhasil membobol gawang Bernd Leno pada menit ke-34.

Terkejut dengan gol balasan tim tamu, anak asuh Joachim Low terus menegaskan dominasi mereka. Leroy Sane bisa saja membawa Jerman kembali unggul apabila tendangan jarak dekatnya dari sisi kiri beberapa detik sebelum turun minum tak tipis menyamping dari sasaran.

Serangan beruntun terus dilancarkan Jerman di paruh kedua dan berhasil menjebol gawang Azerbaijan untuk kali kedua pada menit ke-54. Umpan matang Julian Brandt disambut dengan sundulan tajam Sandro Wagner, bola sempat dihalau Ruslan Abisov tepat di garis gawang, namun disahkan wasit setelah adanya konfirmasi teknologi GLT.

Setelah kembali memimpin, permainan Jerman semakin cair dan bahkan semakin menjauh pada menit ke-64. Tandukan kencang Antonio Rudiger yang meneruskan sepak pojok Joshua Kimmich berhasil meluncur ke gawang Azerbaijan setelah sempat membentur kaki Javid Huseynov.

Dua menit berselang, Goretzka mencatatkan gol keduanya di laga ini. Gelandang muda Schalke itu berlari ke mulut gawang untuk menyambut umpan tarik dari Sane. Tembakan menyusur tanahnya kemudian tak mampu diselamatkan oleh Agayev.

Jerman terus menggempur Azerbaijan meski sudah unggul dengan skor mencolok. Pemain pengganti, Emre Can melengkapi pesta lima gol Jerman pada menit ke-81 melalui sebuah percobaan tembakan jarak jauh yang bersarang secara indah ke gawang Azerbaijan. (goal.com)

Baca Juga:

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *