Sabtu, 16 Desember 17 | 10:11 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Jejak Astadeça di Gunung Geger Bentang

Jejak Astadeça di Gunung Geger Bentang
* Beberapa anggota Korps Pecinta Alam Politeknik Negeri Jakarta (KPA PNJ) Astadeça di Gunung Geger Bentang.

Gunung Geger Bentang terletak di Kecamatan Pamarican, Bogor, Jawa Barat. Gunung berketinggian 2.042 meter di atas permukaan laut  (mdpl) tersebut menyuguhkan lanscape yang begitu indah dan mengagumkan. Di puncaknya, kita bisa melihat pemandangan hamparan sawah yang luas, rerimbunan Hutan jati dan melihat kota-kota disekitarnya, antara lain Kota Banjar, Pamarican, dan Kertahayu.

Pada 3-5 Maret lalu, saya melakukan latihan medan divisi mountaineering (gunung hutan) Korps Pecinta Alam Politeknik Negeri Jakarta (KPA PNJ) Astadeça di Gunung Geger Bentang. Saya tak sendiri, tapi ditemani 3 pengurus Astadeça, yakni Bang Fajrin Karza Juniarzal (Ketua Umum), Kak Lia Safitri (Kepala Bidang Teknis), dan Bang Dwi Novianto (Humas).

Sebelum berangkat ke lokasi Latmed, Astadeça selalu memiliki agenda wajib, yakni upacara pelepasan kegiatan Latmed. Bukan hanya divisi saya saja, begitu pun dengan divisi lainnya yang ada di Mapala yang didirikan pada 6 November 1983 silam ini, yakni Rafting (arung jeram), Rock Climbing (Panjat Dinding), dan Caving (Susur Gua).

Usai upacara pelepasan, saya, Bang Fajrin, Kak Lia, dan Bang Dwi langsung langsung jalan kaki ke Juanda untuk mencari angkot tujuan terminal Kampung Rambutan. Jalannya lumayan jauh dari sekret Astadeça, sekitar 20 menitan, ditambah saya harus menggendong cariel yang terbilang berat. Namun, itu tak menyurutkan semangat saya di Latmed pertama ini.

Pukul 00:00, kami mendapatkan angkot tujuan terminal Kampung Rambutan. Di perjalanan menuju ke terminal Kampung Rambutan, saya menikmati dinginnya udara kota di kala malam. Pukul 00:33, kami turun di daerah Pasar Rebo. Di Pasar Rebo kami langsung mencari bus tujuan Puncak Pas. Akhirnya, kami naik bus Karunia Bakti.

Sembari menunggu bus terisi penuh, kami makan malam. Pukul 01:19 bus berangkat dari Pasar Rebo menuju Puncak Pas. Diperjalanan, kami istirahat untuk mengisi tenaga.

Sampai di Puncak Pas pukul 03:29, kami istirahat sejenak. Sebelum melanjutkan perjalanan ke gerbang pintu rimba, saya mengisi jerigen untuk keperluan memasak, selain itu saya juga mengabadikan foto untuk dokumentasi perjalanan.

Pukul 04:14, kami memulai perjalanan menuju gerbang Gunung Geger Bentang. Diperjalanan, kami menikmati udara yang sejuk dan juga pemandangan daerah Puncak saat pagi. Berjalan sekitar 15 menit, akhirnya kami tiba di tower Pasir Sumbul.

Di situ kami istirahat, sholat, memasak, sarapan pagi dan evaluasi perjalanan di hari pertama. Banyak yang perlu saya perbaiki dari kegitan latmed pertama ini terutama manajemen waktu.

Setelah itu, kami mengaplikasikan navigasi darat untuk mengetahui posisi letak kita berada pada peta. Bang Dika dan Kak Lia memberi pengarahan pada saya sampai saya mendapatkan hasilnya.

Saat saya pertama membidik di bawah, saya belum mendapatkan sudut yang akurat. Karena belum akurat, saya sampai naik ke pagar tembok. Sedikit takut, tapi ketakutan itu langsung sirna ketika saya melihat pemandangan yang indah dari atas pagar tembok.

Setelah sempat terpana, saya langsung melanjutkan navigasi, saya pun membidik kembali puncak Gunung Geger Bentang dan Gunung Joglo. Dari bawah, Bang Dwi memberi pengarahan. Akhirnya, saya mendapatkan sudut yang presisi, segera saya hitung untuk mendapatkan hasil akhirnya.

Setelah selesai melakukan navigasi yang pertama, kegiatan selanjutnya adalah packing dan melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Geger Bentang. Inilah yang paling ditunggu!

Pukul 09:30, kami siap menuju puncak. Sebelumnya kami berdoa terlebih dahulu agar dilancarkan perjalanan kami. Saat menyusuri jalur, semangat saya semakin terpompa.

Tiba di pintu rimba, saya langsung mencari jalan yang bisa dilewati untuk menuju puncak. Saya berjalan paling depan untuk menentukan arah jalan. Pukul 10:06 tak jauh dari pintu rimba, kami diberhentikan oleh petugas pengelola taman yakni Bapak Agus. Kami pun meminta izin kepada Bapak Agus tersebut dan kami menjelaskan apa maksud dari tujuan ke Gunung Geger Bentang ini

Pak Agus memaparkan informasi tentang keadaan gunung yang menjadi tujuan kita karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Setelah perizinan selesai, kami kembali melanjutkan perjalanan. Pukul 10:28, kami istirahat dan melakukan navigasi yang kedua.

Seperti navigasi sebelumnya, tetapi saya membidik 2 objek yang berbeda. Ketika mendapatkan hasil, saya langsung hitung agar mendapatkan hasil akhirnya.

Setelah 22 menit kami beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Pukul 11:37, saya melakukan aplikasi navigasi yang ketiga di tempat berbeda. Sekitar setengah jam saya bernavigasi.

Pukul 12:07, kami melanjutkan perjalanan. Sekitar sejam kami berjalan, akhirnya kami bertemu tempat landai dan memutuskan untuk istirahat.

Kami bercanda tawa seraya menyantap cemilan yang kami bawa, dari kejauhan kami melihat puncak Gunung Geger Bentang yang diselimuti kabut.

Tepat pukul 13.00, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Geger Bentang. Ketika, hampir mencapai puncak, perjalanan kami lumayan terganggu karena kabut yang lumayan tebal ditambah cuaca dingin karena kabut.

Tiba-tiba hujan turun disertai petir. Kami pun mempercepat langkah kaki untuk menuju puncak. Medan pendakian semakin curam plus rasa lelah yang mulai menggelayut, saya memutuskan untuk berjalan pelan.

Pukul 15:29, akhirnya kami di puncak Gunung Geger Bentang, kami buru-buru mendirikan tenda dan membereskan alat agar tidak basah kehujanan.

Setelah selesai keduanya pada pukul 16.00, Kak Lia memasak menu sore. Sementara saya membuat laporan evaluasi kegiatan hari ini. Setelah selesai membuat laporan, saya langsung membantu kak Lia. Pukul 17:30 akhirnya selesai memasak dan membereskan alat-alat yang terpakai untuk memasak. Pukul 18:20, kami makan bersama. Setelah itu kita istirahat, karena diluar masih hujan jadi kami di dalam tenda. Pukul 19:00-19.38, kami evaluasi dan membagi jadwal jam jaga.

Berhubung masih pukul 20:00, kami berbincang, abang dan kakak menceritakan pengalamanan menariknya saat menjadi anggota baru. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 22:00, kami langsung jaga malam.

Dari pukul 22:00 sampai 00:00, Kak Lia dan Bang Dwi berjaga. Karena saya sudah terlalu capek, saking ngantuknya, saya langsung tidur sampai mereka selesai jaga malam.

Pukul 00:00, saya dan Bang Fajri dibangunkan untuk berganti jaga malam sampai pukul 02:00. Saat berjaga, saya memasak air untuk membuat minuman hangat.

Selesai jaga malam, saya membangunkan Bang Dwi untuk bergantian jaga. Dan saya tidur lagi sampai pukul 04:00, saya berjaga berdua bersama Kak Lia. Jobdesk kali ini, kami berdua memasak menu hari minggu pagi dan minggu siang.

Selesai memasak, saya dan Kak Lia membangunkan Bang Fajrin dan Bang Dwi. Dan Kami pun sarapan pagi bersama. Selesai sarapan pukul 07:38, kami langsung beres-beres alat, melipat tenda dan packing kembali ke dalam cariel.

Karena kami hanya semalam di puncak. Selesai packing, kami berdoa agar lancar saat perjalanan pulang. Kami turun di jalur yang sama, karena sudah tahu medannya, saya turun dengan hati-hati.

Setelah pemandangan puncak semakin jauh, kami memutuskan untuk lari, itu membuat saya semakin bersemangat untuk sampai di bawah. Dengan lari dapat mempersingkat waktu untuk sampai di bawah.

Sekitar 2 jam tepatnya Pukul 11:29, kami tiba di tempat saya melakukan navigasi kedua, kami pun istirahat. Pukul 12:03, kami kembali melanjutkan perjalanan ke tempat perizinan.

Sampai di tempat perizinan, kami tidak bertemu Pak Agus, tapi kami dengan Bapak Umar. Disitu saya dan Kak Lia langsung mengurus perizinan dan juga membayar tiket masuk ke Gunung Geger Bentang.

Setelah selesai, kami langsung mandi dan solat. Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 13:47, kami pamit untuk pulang.

Kami berjalan sampai di jalan raya untuk menunggu bus Marita dengan tujuan Kampung Rambutan. Pukul 14:12, kami mendapatkan bus Marita. Di perjalanan pulang, kami tidak kebagian tempat sehingga terpaksa berdiri.

Perjalanan pun, kami terkendala macet karena akhir pekan. Sampai di daerah Ciamis, kami mendapatkan tempat duduk satu persatu. Pukul 18:18, akhirnya kita sampai di terminal Kampung Rambutan. Lalu kita langsung mencari angkot 112 tujuan Depok.

Pukul 19:09 kita turun di Pocin (Pondok Cina) dekat dengan stasiun KRL Pocin. Pukul 19:20, karena dari siang kami belum makan, kami memutuskan makan terlebih dahulu di warung terdekat di stasiun Pocin. Selesai makan, kami langsung jalan menuju sekret Astadeça.

Pukul 21:22, akhirnya kami sampai di sekret Astadeça. Dan saya langsung melakukan ceklis alat-alat yang di bawa setelah itu mencucinya. Saat saya mencuci alat, Kak Lia memasak sisa makanan yang kemarin di bawa.

Selesai mencuci alat, saya membuat laporan lagi untuk evaluasi terakhir. Dan kebetulan, ketika sampai sekret ada juga yang baru pulang latmed yakni Divisi Rafting. Setelah membuat laporan, makan lagi bersama Kak Lia, Bang Faris, Owa, dan Eps.

Pukul 10.24, saya evaluasi kegiatan Latmed sampai pukul 01:24. Itulah, singkat cerita jejak Astadeça di ketinggian 2.042 mdpl. Banyak pengalaman menarik dan ilmu yang aku dapatkan, dan terpenting adalah bagi yang suka mendaki gunung harus banyak-banyak bersyukur kepada Sang Pencipta karena kita bisa merasakan segarnya udara di gunung, melihat pemandangan yang indah di atas ketinggian. Untuk membayar semua itu, cintai alamnya, nikmati keindahannya, dan jangan merusaknya. (Feby Cahyani, anggota Korps Pecinta Alam Politeknik Negeri Jakarta)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *