Senin, 18 Desember 17 | 21:20 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Ini Tiga Provinsi Rawan Pilkada 2018

Ini Tiga Provinsi Rawan Pilkada 2018
* Sambutan Ketua Bawaslu RI Abhan di acara Grand Launching Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, di Grand Sahid Hotel, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017). (Foto: Humas Bawaslu)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar acara Grand Launching Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, di Grand Sahid Hotel, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Dalam acara tersebut Ketua Bawaslu RI Abhan menyampaikan, sebanyak tiga Provinsi dinilai memiliki kerawanan tinggi. Tiga provinsi yang dikategorikan tinggi nilai kerawanannya ialah Papua, Kalimantan Barat dan Maluku.

“Sedangkan, 14 provinsi lain yang bakal menggelar pemilihan gubernur pada 2018, mempunyai kerawanan sedang,” ujar Abhan.

Dengan demikian tidak ada satu pun provinsi yang memiliki skor rendah dalam hal kerawanan.

Dia menjelaskan, adapun sebuah provinsi  dikategorikan tinggi kerawanannya jika nilainya antara 3,00 hingga 5,00. Provinsi yang mendapat nilai antara 2,00 dan 2,99, masuk kategori sedang.  Sementara rendah, jika skornya 0-1,99.

Provinsi Papua berdasarkan skor memiliki indeks 3,41. Skor indeks  untuk Provinsi Maluku ialah 3,25; Sementara skor indeks Kalimantan Barat 3,04. “Skor ini mencakup tiga dimensi yaitu penyelenggaraan, kontestasi, dan partisipasi,” tuturnya.

Kerawanan tinggi pada Pemilihan Gubernur Papua ditentukan oleh dimensi partisipasi. Hal itu disebabkan, partisipasi pemantau pemilu dan perlindungan terhadap hak pilih yang minim.

Sedangkan, kerawanan tinggi Pilgub Maluku ditentukan dimensi penyelenggaraan, terutama berkaitan dengan integritas dan profesionalitas penyelenggara.

Adapun, penyebab kerawanan tinggi pada Pilgub Kalimantan Barat ada pada dimensi kontestasi, di antaranya disebabkan oleh maraknya politik identitas, penggunaan isu SARA, dan politisasi birokrasi.

Sementara 14 provinsi lainnya menunjukkan kategori kerawanan sedang (skor 2,00 – 2,99). Provinsi yang masuk  kategori ini adalah Sumatera Utara (2,86), Sulawesi Tenggara (2,81, Kalimantan Timur (2,76), Maluku Utara (2,71), Nusa Tenggara Timur (2,70), Jawa Timur (2,68), Sumatera Selatan (2,55), Nusa Tenggara Barat (2,54), Sulawesi Selatan (2,53), Jawa Barat (2,52), Riau (2,46), Lampung (2,28), Bali (2,19), dan Jawa Tengah (2,15).

Adapun, hasil penelitian pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan, terdapat enam wilayah yang masuk kategori kerawanan tinggi. Keenam daerah tersebut adalah Kabupaten Mimika (skor 3,43), Kabupaten Paniai (skor 3,41), Kabupaten Jayawijaya (skor 3,40), Kabupaten Puncak ( skor 3,28), Kabupaten Konawe (skor 3,07), dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (skor 3,05).

Sedangkan, dalam kategori sedang ada 58 kabupaten/kota. Sementara itu, kategori kerawanan rendah terdapat di 90 daerah kabupaten/kota, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, merupakan daerah dengan potensi kerawanan terendah, yaitu 1,12. (Poy)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *