Senin, 11 Desember 17 | 16:13 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

IKF VI Menginspirasi Inovasi dan Kreativitas Ekonomi Berbasis Digital

IKF VI Menginspirasi Inovasi dan Kreativitas Ekonomi Berbasis Digital
Photo Credit To Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (tengah), yang didampingi jajaran direksi BCA, menyerahkan plakat apresiasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Ignasius Jonan (ketiga kanan) usai memberikan inspiring closing speech dalam ajang Indonesia Knowledge Forum VI di Jakarta, Rabu (04/10).

Gelaran Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI secara konsisten mendapat antusiasme para peserta dari tahun ke tahun. Bertemakan “Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration”, ajang tahunan yang berlangsung selama dua hari tersebut diwarnai pertukaran ide antar peserta dari beragam kalangan, yaitu para eksekutif, profesional, bahkan masyarakat umum.

Berkomitmen menginspirasi setiap pelaku bisnis yang membutuhkan strategi digital, IKF VI  dilengkapi serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh 35 start up dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih. Diperkaya pula dengan kehadiran 24 pembicara yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negeri.  Dengan tetap berfokus pada tema besar “Moving Our Nation to the Next Level”, IKF VI diharapkan mampu mewadahi inspirasi seputar ekonomi digital demi kemajuan dunia usaha dan masyarakat Indonesia.

Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) DE Setijoso (tengah kiri), Komisaris Independen BCA sekaligus Pembina BCA Learning Service Cyrillus Harinowo (tengah kanan), dan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara (tengah), yang disaksikan jajaran direksi dan manajemen BCA, membunyikan sirine pertanda dimulainya Indonesia Knowledge Forum VI “Moving Our Nation to the Next Level” di Jakarta, Selasa (03/10).

Hadir untuk membuka IKF VI di Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Djohan Emir Setijoso, Komisaris BCA sekaligus pembina BCA Learning Service Cyrillus Harinowo, beserta jajaran manajemen dan direksi BCA.

Pada hari pertama gelaran IKF VI, seminar “Peta Perekonomian di Era Digital” menghadirkan narasumber yang sudah tak asing di telinga kita, yakni Ekonom Faisal Basri. Kemudian dilanjutkan seminar yang menghadirkan sejumlah narasumber mumpuni. Antara lain Partner dan Presiden Direktur Indonesia McKinsey & Company Philia Wibowo, Celebrity Investor Ashraf Sinclair, dan Founding Partner of Kejora Group Sebastian Togelang.

“Kami mencermati perkembangan start up belakangan ini sangat pesat. Melalui gelaran IKF VI ini, kami ingin memfasilitasi pertukaran ide, inovasi, dan kreativitas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi terkini untuk menjadi entrepreneur. Event ini juga menjadi bagian upaya kami melalui BCA Learning Service untuk memberikan nilai tambah bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran dari narasumber-narasumber berkualitas dari sisi pengetahuan dan pengalaman,” tegas Cyrillus.

Di hari kedua penyelenggaraan sekaligus penutup, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Ignasius Jonan menyampaikan inspiring closing speech. Ia menuturkan pentingnya teknologi informasi dalam mendorong efisiensi pengelolaan sumber daya energi. “Di Kementerian ESDM, kami mewujudkannya dengan penggunaan aplikasi ESDM One Map Indonesia, di mana aplikasi tersebut mengintegrasikan semua data terkait sektor ESDM. Hasilnya, data antar ditjen singkron sehingga mudah untuk menjadikannya sebagai acuan pengambilan kebijakan. Kehadiran ESDM One Map Indonesia juga membuat masyarakat bebas mengakses data di dalamnya untuk berbagai kepentingan,” ungkap Jonan.

Selain itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam conclusion remarks-nya menyampaikan keutamaan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi digital yang inklusif di Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar menciptakan kesejahteraan melalui ekonomi digital. Kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan di antaranya pemerintah, perbankan, dan pelaku start up sangat diperlukan sebagai fasilitator terwujudnya inklusi keuangan dan ekonomi digital di Indonesia,” ujar Jahja. (ADV)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *