Selasa, 12 Desember 17 | 06:02 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Gerakan Koperasi Diyakini Makin Diminati Generasi Muda

Gerakan Koperasi Diyakini Makin Diminati Generasi Muda
Photo Credit To Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menghadiri peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) Kota Tangerang Selatan, Minggu (8/10/2017).

Tangsel, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga optimis gerakan koperasi yang tengah digalakan oleh pihaknya akan semakin berkembang dan bakal diminati oleh kalangan generasi muda. Berkembangnya koperasi dan UKM akan menjadi alat vital untuk terjadinya pemerataan kesejahteraan.

“Saya merinding menyaksikan deklarasi pemuda dan pemudi Kota Tangerang Selatan yang menyatakan siap mendukung gerakan koperasi, artinya mereka menaruh harapan besar pada gerakan koperasi sebagai alat peningkatan kesejahteraan sekaligus pemerataan,” kata Puspayoga dalam peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) Kota Tangerang Selatan, Minggu (8/10/2017).

Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharam, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, Pejabat dari Dekopinda Provinsi Banten, Dekopinda Tangsel dan Plt Kadis Koperasi Tangsel Dahlia Daniek.

Puspayoga menguraikan saat ini saja kontribusi koperasi terhadap PDB sudah sebesar 4 persen (per akhir 2016) atau naik dibanding 2014 yang masih 1,71 persen. Kenaikan juga terjadi pada rasio wirausaha, dimana kini sudah menjadi 3,01 persen (7,8 juta dibanding 2014 yang masih 1,55 persen) .

“Dengan tingginya minat generasi muda untuk berkoperasi, dan sosialisasi gerakan koperasi secara masif, saya optimis dimasa datang kontribusi koperasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) perekonomian Indonesia makin besar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Puspayoga mengapresiasi Pemkot Tangsel dan jajarannya, yang sangat mensupport gerakan koperasi tak hanya untuk masyarakat Tangsel, namun juga sampai ke pelajar dan mahasiswa. Saat ini  tercatat ada 75 ribu koperasi yang sehat, 75 ribu koperasi yang kurang sehat, dan hampir 50 ribu koperasi yang dibubarkan.

“Ini sejalan dengan program reformasi, dimana untuk menjadi koperasi berkualitas, lebih baik sedikit koperasi namun banyak anggotanya,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menargetkan kota Tangsel akan menjadi Kota Koperasi pada tahun 2021, dimana 1 koperasi berisi 1.000 UKM, sehingga diharapkan menjadi koperasi sehat dan berkualitas. Airin juga mengingatkan pentingnya Koperasi dalam membangun dan meningkatkan jiwa wirausaha para pemuda pemudi dan masyarakat khususnya warga Tangsel.

“Saat ini kami bekerjasama dengan BPN untuk memberikan sertifikat secara gratis kepada Koperasi dan UKM untuk nantinya bisa dijadikan modal pembiayaaan ke lembaga keuangan,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas konten Koperasi dan UKM. Pemerintah Kota Tangsel juga membantu untuk memperlancar koperasi itu kami juga memberikan fasilitas.

“Kami akan bangun gedung inovasi centre dan koperasi tradisional berorientasi dengan orientitas, baik dari permodalan manajemen dan pemberian alternatif solusi berupa sertifikasi-sertifikasi tanah yang kerjasama dengan BPN Tangsel dan fasilitas pembentukan badan hukum koperasi, peralatan dan pembinaan peningkatan SDM, serta mengikutkan peserta koperasi terpilih dalam pameran yang ada didalam dan luar negeri,” lanjutnya.

Dalam hal ini ia mengingatkan, pentingnya koperasi dapat membangun lapangan kerja yang luas sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Tangsel dan juga dapat berkembang guna meningkatkan perekonomian di Kota Tangerang Selatan. (Has)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *