Senin, 18 Desember 17 | 21:29 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Veronica Colondam

Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Veronica Colondam
* Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Veronica Colondam

Memasuki tahun ke-28, Veronica berjibaku menciptakan kesempatan mengenyam pendidikan bagi anak-anak kurang beruntung dan modal berkarya untuk kaum Hawa.

Belum lengkap daftar sosok wanita inspiratif dalam aksi sosial untuk pendidikan anak-anak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan produktivitas kaum perempuan, tanpa menyebut nama Veronica Colondam. Ibu tiga anak ini mencurahkan dedikasinya di YCAB sejak 1999.

Menurut perusahaan sosial yang bergerak di bidang pendidikan ini, akses pendidikan di Indonesia masih belum merata, sehingga perlu dilakukan perubahan. Usaha YCAB membantu dari segi pemberian pendidikan gratis atau disebut ‘Rumah Belajar’ untuk warga yang tidak mampu. Selain itu, memberikan kredit usaha untuk orang tua dari murid-murid yang belajar di YCAB.

Yayasan ini memiliki tiga platform kegiatan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Di bidang kesehatan dengan tajuk HeLP (Healthy Lifestyle Promotion) berupaya membentengi para remaja, agar tidak bersentuhan dengan gaya hidup negatif. Sementara di bidang pendidikan dengan tema HoLD (House of Learning and Deveploment) atau lebih dikenal dengan Rumah Belajar untuk anak-anak kurang mampu dan putus sekolah.

Platform terakhir adalah HOpE (Hands on Operation for Entrepreneurship/Employment) yang menekankan kepada entrepreneurship, peminjaman modal usaha, maupun pelatihan bahasa asing. Di platform terakhir, terdapat salah satu program yang diciptakan ibu tiga anak ini, yaitu Microfinance Ladies. Program pinjaman dana Rp1.000.000 diperuntukkan sebagai modal usaha yang menjadi penopang hidup keluarga atau membantu para suami.

“Kami memberikan pinjaman dengan nilai khusus kepada ibu yang memiliki anak berusia sekolah. Dari modal yang kami pinjamkan, bila sudah ada keuntungan bisa digunakan untuk menyekolahkan anak. Bila dari kelebihan tersebut ternyata belum sanggup membayar pendidikan anak, kami tawarkan pula, agar mereka belajar di Rumah Belajar. Tak ada kata menyerah untuk pendidikan anak,” jelas lulusan S2 Penelitian Sosial di Imperial College London ini.

Saat menyinggung YCAB, kita juga berbicara sepak terjang mereka di skala global. Enam tahun setelah berdiri, YCAB International Inc. terbentuk di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Selain fokus untuk negeri, YCAB juga tak menutup mata dengan saudara di mancanegara. Mereka sempat membuka kelas pengaruh digital di Myanmar, pelatihan menulis, dan entrepreneur kepada 577 perempuan di Pakistan.

Di Afghanistan, mereka menstimulasi 600 perempuan untuk lebih aktif dalam kelompoknya. Yayasan yang sudah diaudit oleh Ernst & Young sejak 2011 ini berada di peringkat 49 Top 500 NGOs oleh NGO Advisor pada 2016 silam. Ke depannya, YCAB menargetkan lima juta anak muda akan dirangkul hingga 2020, dan pengumpulan dana bantuan total sebesar US$50 juta. (Naskah: Silvy Riana Putri, Foto: Istimewa)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *