Rabu, 18 Juli 18

Menteri Puspayoga Harap Market Place Tumbuh Pesat di Indonesia

Menteri Puspayoga Harap Market Place Tumbuh Pesat di Indonesia
* Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menaruh harapan besar terhadap pertumbuhan market place di tanah air. Kehadiran market place diyakini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang diiringi dengan pemerataan kesejahteraan.

“Pemerataan bisa dicapai salah satunya melalui market place seperti Bukalapak ini,” tandas Menkop dan UKM, Puspayoga dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Untuk itu lanjut Puspayoga, pihaknya terus menggulirkan program skim pembiayaan berbunga murah bagi UKM, baik itu Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit Ultra Mikro (UMi). Ada juga program KITE, yaitu kemudahan impor tujuan ekspor.

“UKM bisa memanfaatkan itu agar tetap kokoh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa,” imbuh Puspayoga.

Dalam kesempatan itu, Puspayoga yakin dan optimis jumlah UKM pelapak di market place Bukalapak bisa menembus angka 8 juta di tahun 2020 mendatang. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Awal 2016, saya bertemu CEO Bukalapak Ahmad Zaki jumlah UKM Bukalapak masih sekitar 400 ribu pelapak. Dua bulan lalu, saya menghadiri gathering mereka jumlahnya sudah mencapai 2,2 juta UKM. Oleh karena itu, saya yakin pada 2020 mendatang Bukalapak mampu mencetak UKM sukses sebanyak 8 juta,” kata Puspayoga.

Sedangkan CEO Bukalapak Ahmad Zaki mengatakan, tujuan dari hadirnya Bukalapak agar UKM Indonesia bisa berkembang dan naik kelas. Karena, jika UKM maju dan besar maka Indonesia pun bakal maju.

“Impactnya sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Apalagi, UKM sudah mampu membuktikan diri sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Zaki.

Zaki menjelaskan, di usia kedelapan ini Bukalapak dikunjungi sebanyak 35 juta orang perbulan. Artinya, 30% netizen di Indonesia berkunjung ke Bukalapak setiap bulannya.

“Dengan catatan seperti itu, tak usah heran bila UKM pun berbondong-bondong menjadi pelapak di Bukalapak untuk jualan secara online yang gratis, efektif, juga efisien”, tukas Zaki lagi.

Zaki menambahkan, saat ini tercatat ada 320 ribu transaksi setiap harinya di Bukalapak. Tak hanya itu, rata-rata omzet per pelapak UKM pun meningkat secara kualitas, dari hanya Rp15-20 juta pada 2016 menjadi Rp30-40 juta pada 2017.

“Saya berharap, 8 tahun ke depan Bukalapak bisa menjadi aset bangsa yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan UKM di Indonesia. Kita ingin menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia. Dan juga kita ingin mempekerjakan orang lebih banyak lagi,” katanya. (Has)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.