Selasa, 12 Desember 17 | 06:14 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Dilanda Badai, PPP Berat Ikut Pemilu 2019

Dilanda Badai, PPP Berat Ikut Pemilu 2019
Photo Credit To Bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Jakarta, Obsessionnnews.comPemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah di ambang pintu. Semua partai politik telah mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilu 2019 tersebut. Ironisnya, ada partai lama yang sampai saat ini masih dilanda badai yang cukup besar di dalam kepengurusan, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Karena di dalam partai tersebut ada dualisme kepengurusan, yakni kubu Djan Faridz dan Muhammad Romahurmuziy (Romi).

Menurut politisi senior PPP Bachtiar Chamsyah, PPP akan mengalami kesulitan dalam mengikuti Pemilu 2019. Karena sampai saat ini belum ada keputusan yang legal soal kepengurusan PPP.

“Agak berat, satu dia (PPP) konflik, yang kedua posisi kebijakan yang salah. Menurut saya berat itu,” ujar Bachtiar saat dihubungi Obsessionnews.com melalui telepon genggam, Rabu (17/5/2017).

Dia menambahkan, pemerintah khususnya Mahkamah Agung (MA) harus memberikan kepastian hukum soal kepengurusan yang legal untuk PPP. Karena saat ini kasus kepengurusan PPP masih terus bergulir di MA.

“Kalau tidak ada keputusan, kita harus melihat lagi, kita tunggu dulu, kalau akhir bulan Mei ini tidak jelas juga, nanti harus ada langkah-langkah yang konkret,” ungkap mantan Menteri Sosial era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2004-2009 ini.

Untuk penambahan informasi, pertikaian di tubuh PPP yang berlangsung sejak 2014 hingga kini belum ada tanda-tanda meredup. PPP terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Romahurmuziy (Romy) dan kubu Djan Faridz. Konflik di Partai Kakbah ini terjadi sejak kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Suryadharma Ali (SDA). (Poy)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *