Senin, 11 Desember 17 | 12:35 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Cinta Itu Perlu Bukti

Cinta Itu Perlu Bukti

Oleh: Mashari Abu Hamzah (Lingkar Opini Rakyat)

Cinta itu bukan sekedar pandai merangkai kata-kata. Bukan pula klaim dan pengakuan saja. Banyak orang senang mengobral cinta, namun sedikit yang berani membuktikannya dengan tindakan nyata.

Saya lebih senang dg pemuda yg menjaga interaksi, membatasi pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Soal cinta mereka tak suka lebay. Dengan jantan mereka datang langsung menemui sang wali.

Islam memang sedemikian rupa mengatur pergaulan, agar manusia terjaga kesucian dan kehormatan. Islam itu memuliakan. Beda dengan paham liberal yg menghancurkan generasi atas nama kebebasan.

Sedikit cerita ya.. Dulu sebelum menikah saya tak tahu banyak tentang istri saya. Pun tak pernah berinteraksi, atau saling sapa, apalagi mengumbar kata cinta.

Yang saya tahu calon istri sering ikut mengaji. Pikir saya, paling tidak punya yang ngaji kan modal jadi istri sholihah lagi berbakti. Harapannya kelak bisa saling menyemangati dalam meraih ridho Ilahi.

Singkat saja, Alhamdulillah keluarga kami cukup bahagia. Meski tak seromantis Romeo-Juliet atau Rama-Shinta, tapi saya yakin dia selalu siap mendampingi di kala suka maupun duka. Ehmm.. #NdangRabiMblo!

Dibanding pemuda yang suka gombal sana-sini, jelas yang begini lebih punya nyali. Pemuda inilah pecinta sejati. Tentang cintanya, kesetiaannya, siap berkorbannya tak perlu diragukan lagi. Uhuk! ^_^

Jadi, cinta itu perlu bukti. Bukan sekedar bilang cinta dan obral janji. Nah, bagaimana pula dengan cinta kita terhadap negeri ini?

Setiap yang mengaku bangsa Indoneaia, pastilah akan berkata bahwa dia cinta Indonesia. Dia pun berkata, siap mengorbankan harta, jiwa, raga demi negeri tercinta. Tinggal dibuktikan mana yang tulus cintanya.

Yang bilang, “Saya cinta Indonesia” apa otomatis tulus cintanya, sementara dia diam saja melihat kemiskinan, kebodohan, sampai korupsi yang membelenggu negara kita? Ah, itu sih ucapan tukang gombal cap buaya ^_^

Apakah yang merasa paling Indonesia itu yang paling besar cintanya, bila di waktu yang sama begitu semangat menjual asset-asset negara?

Saya sih lebih respect dg yang tak pamer cinta kesana kemari. Tapi terhadap kondisi bangsa mereka begitu peduli. Tak obral janji, tapi demi kebaikan umat dia siap korbankan apa saja yang dimiliki.

Kalau memang cinta negeri ini tunjukkan! Jika Anda punya kekuasaan, tolong selamatkanlah negeri kita dari keterpurukan. Juga dari segala bentuk dominasi asing yg sejatinya penjajahan.

Jika tak punya kuasa, gunakanlah lisanmu untuk bicara. Jangan diam melihat berbagai kebijakan yang membuat rakyat sengsara. Kalau kamu memang cinta Indonesia.

Kalau bicara masih tak bisa, lebih baik diam saja. Jangan malah menghalangi perjuangan saudara kita. Mintakan kebaikan untuk negeri ini dalam setiap do’a. Semoga negeri kita menjadi aman sentosa.

Seiring berjalan waktu, akhirnya umat pun akan tahu, mana yang tulus mencintai negeri ini dan mana yang cinta palsu. Sekarang, di manakah posisimu? (***)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *