Kamis, 16 Agustus 18

Pertamina Bangun 29 Proyek Strategis

Pertamina Bangun 29 Proyek Strategis
* Pertamina membangun 29 proyek strategis yang terbagi menjadi empat kategori, yakni pembangunan terminal BBM dan pipanisasi, pembangunan terminal LPG, perbaikan dan pengembangan sarana tambat serta pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) beserta sarana penunjang lainnya.  (Sumber foto: Facebook Kementerian BUMN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pertamina membangun 29 proyek strategis yang terbagi menjadi empat kategori, yakni pembangunan terminal BBM dan pipanisasi, pembangunan terminal LPG, perbaikan dan pengembangan sarana tambat serta pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) beserta sarana penunjang lainnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito seperti dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  mengatakan, Pertamina mengalokasikan dana lebih dari Rp 36 triliun, di mana senilai Rp 20 triliun difokuskan untuk proyek strategis, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Adiatma menjelaskan, dari proyek-proyek strategis tersebut sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp 4,9 triliun ditujukan untuk pembangunan Terminal BBM dan pipanisasi guna mendukung pola suplai yang lebih efisien. Sebanyak empat proyek di antaranya berlokasi di wilayah timur Indonesia, yakni pengembangan terminal BBM Maumere, pengembangan terminal BBM Bau-bau, pengembangan terminal BBM Biak, serta penambahan tangki timbun di 14 lokasi lainnya di wilayah timur Indonesia.

Pembangunan terminal LPG sebanyak 12 proyek senilai Rp 10 triliun guna mendukung program konversi minyak tanah ke LPG di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan proyek ini juga bertujuan untuk mengefisienkan pola suplai dengan menghilangkan Floating Storage and Offloading (FSO) yang selama ini digunakan sebagai media penampungan sementara. Sementara untuk meningkatkan keandalan operasi serta konektivitas antar pulau sejalan dengan pengembangan bandara baru, Pertamina tengah melakukan pembangunan 3 DPPU beserta dengan sarana penunjang lainnya senilai Rp 3,4 Triliun.

Untuk mendukung investasi tersebut pembiayaan proyek infrastruktur dilakukan oleh Pertamina dan anak perusahaannya. Sementara untuk kontraktor pelaksana, Pertamina bersinergi dengan BUMN Karya seperti Wijaya Karya, Barata Indonesia, Hutama Karya dan Rekayasa Industri (Rekin). (arh)

 

Baca juga:

Pertamina Perkuat Infrastruktur Hilir di Nusa Tenggara Timur

KM Sinar Bangun Tenggelam, Pertamina Dirikan Posko

Pertamina Rombak Jajaran Komisaris, Ini Profil Singkatnya

Pertamina Pertegas Pelumas SNI Jaminan Produk Berkualitas

Perkuat Holding Migas, Kementerian BUMN Lakukan Penyegaran Susunan Direksi Pertamina

Restrukturisasi Organisasi Perkuat Sistem Manajemen dan Organisasi Pertamina

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.