Kamis, 24 Mei 18

Pemberantasan Korupsi Tak Akan Ada Efek Jera Selama Sistemnya Koruptif

Pemberantasan Korupsi Tak Akan Ada Efek Jera Selama Sistemnya Koruptif
* Guru Besar Emeritus Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Dr Romli Atmasasmita (Sumber foto: www.unpad.ac.id)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Belum hilang rasa kaget masyarakat tentang berita Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono, yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (3/2/2018), kini masyarakat kembali dikejutkan oleh kasus yang menimpa Bupati Ngada,Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae. KPK melakukan OTT terhadap Bupati Ngada, Marianus Sae.

OTT tersebut juga melibatkan seorang pejabat pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada.

“Dua orang sudah di KPK yaitu Bupati (Ngada Marianus Sae) dan 1 orang yang diamankan di lokasi yang sama,” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah, Minggu (11/2/2018).

Guru Besar Emeritus Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Dr Romli Atmasasmita menilai OTT terhadap Bupati Ngada merupakan peristiwa biasa, bukan lagi luar biasa. Dalam kicauannya di akun Twitternya, @rajasundawiwah, Senin (12/2), Romli menyatakan tidak kagum terhadap OTT yang dilakukan KPK yang hampir setiap minggu. Sebab hal itu bukan solusi dari pemberantasan korupsi, apalagi tidak pernah ada efek jeranya.

“sy secr pribadi sdh tdk lagi tertarik, surprise dn kagum dgn “ott” yg hampir setiap mgg sebab bkn solusi dr mslh apalagi efek jera yg tdk pernah ada!!” tulis Romli di akun Twitternya.

Ia berpendapat pemberantasan korupsi di Indonesia tidak akan ada efek jera selama sistemnya koruptif. (arh)

 

Baca Juga:

KPK Tangkap Bupati Ngada, Marianus Sae

Diamankan KPK, Bupati Jombang Nyono Suharli Masih Diperiksa

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *