Rabu, 24 Januari 18 | 18:24 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Mengenal Dokter Bimanesh, Tersangka Pelindung Setya Novanto

Mengenal Dokter Bimanesh, Tersangka Pelindung Setya Novanto
* Dokter Bimanesh.

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dokter Bimanesh Sutarjo dan advokat Fredrich Yunadi sebagai tersangka karena keduanya diduga telah menghalangi penyidikan KPK terhadap tersangka korupsi proyek e-KTP, yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto.

KPK meyakini Bimanesh dan bekas pengacara Setya Novanto Fredrich berusaha melindungi Setya Novanto dari kejaran KPK dengan membuat skenario menabrak tiang listrik, lalu sakit, dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Permata Hijau. Bimanesh diduga kuat telah mengeluarkan data medis palsu untuk kepentingan Setya Novanto.

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN (Setya Novanto) ke rumah sakit guna dirawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Rabu, (10/1).

Lalu siapa sebenarnya Dokter Bimanesh?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bimanesh adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1980. Ia melanjutkan pendidikan S-3 di Institut Pertanian Bogor dengan spesialisasi biologi molekuler.

Di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, ia telah bekerja sejak 2002. Menurut situs resmi Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dokter Bimanesh praktik setiap Selasa dan Kamis pukul 08.00-11.00. Ia dokter spesialis penyakit dalam serta konsultan ginjal dan hipertensi.

Tidak hanya di Permata Hijau, Bimanesh juga membuka berpraktik di Rumah Sakit Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, setiap Rabu pukul 08.00-10.00. Selain itu, Bimanesh berpraktik di Rumah Sakit Kepolisian Republik Indonesia Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kini Bimanesh harus berurusan KPK karena kelakuannya yang dianggap menghalangi penegakan hukum. Sebab menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Setya Novanto dalam keadaan sehat, dan bisa menjalani proses hukum di KPK.

Bimanesh dan Fredrich disangka KPKmelanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal itu mengatur tentang upaya mencegah, merintangi, atau menggagalkan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan terhadap tersangka dan terdakwa atau saksi perkara korupsi. (Albar)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *