Rabu, 25 April 18

Kicauan La Nyalla Soal Uang Pilkada, Fadli Zon: Ini Hanya Salah Paham

Kicauan La Nyalla Soal Uang Pilkada, Fadli Zon: Ini Hanya Salah Paham
* La Nyalla Mattalitti. (Foto: Jpnn)

Jakarta,  Obsessionnews.com – Gagal menjadi calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) dalam Pilkada serentak 2018, La Nyalla Mattalitti berkicau tentang adanya permintaan uang ratusan miliar rupiah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Berita tentang adanya permintaan uang untuk menyalonkan sebagai Gubernur Jatim menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Jumat (12/1/2018) pukul 10.16 WIB berita ini telah ditelusuri lebih dari 20.000 kali.

La Nyalla mengaku permintaan uang tersebut pada saat ulang tahun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Saya dipanggil ketemu sama 08 (Prabowo), disampaikan saya ingin maju, kemudian saya minta izin. Prabowo sempat ngomong, ‘kamu sanggup Rp 200 miliar?’ Rp 500 miliar saya siapkan kata saya, karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim,” ujar La Nyalla  di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kemudian, La Nyalla mengaku melaporkan hal tersebut ke para ulama di Jatim dan Jakarta yang telah mendukungnya. Termasuk kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Rachmawati.

Kepada Amien dan Rachmawati, La Nyalla menyatakan dirinya bukan tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang. Ia hanya ingin rekomendasi sebagai cagub Jatim keluar dahulu sebelum membayarkan uang miliaran rupiah yang diminta Prabowo.

“Saya tidak mau di depan, saya maunya di belakang. Saya mau urusan saya semuanya selesai dulu, baru saya dikatakan kalau disuruh bayar saya bayar. Kalau dikatakan uang saksi, ya kan itu 2018, waktu itu masih lama dari 2018. Karena saya tidak bisa menyiapkan, tanggal 20 Desember 2017 saya kembalikan (SK pencalonannya sebagai bakal cagub Jatim),” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah bila Prabowo dan partainya meminta uang Rp 40 miliar kepada La Nyalla sebagai syarat mendapatkan rekomendasi diusung di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Untuk diketahui, La Nyalla sempat mendapat rekomendasi maju di Pilgub Jatim sebelum kemudian mandatnya dikembalikan ke‎ Gerindra dengan alasan tidak mendapatkan koalisi. “Saya kira kalau dari pak Prabowo tidak ada ya‎ itu, saya tidak pernah dengar‎,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia menjelaskan logistik sangat dibutuhkan saat pertarungan, apalagi kebutuhan Pillkada sangat besar. Seperti halnya untuk pemenangan baik digunakan untuk pertemuan, perjalanan, konsumsi, untuk saksi dengan jumlah tempat pemungutan suara yang sangat besar, hingga untuk gerakan relawan.

“Jadi saya kira wajar, bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan partai, tapi kepentingan yang bersangkutan,” ujar dia. (Poy)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *