Rabu, 25 April 18

Gerindra Anggap Wajar Prabowo Minta Rp 40 Miliar ke La Nyalla

Gerindra Anggap Wajar Prabowo Minta Rp 40 Miliar ke La Nyalla
* La Nyalla Mattalitti.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menganggap wajar jika La Nyalla Mattalitti diminta uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Menurutnya, uang itu dibutuhkan untuk keperluan membayar saksi di tempat pemungutan suara (TPS).

“Mengenai uang Rp 40 miliar kata Mas La Nyalla yang katanya diminta oleh Partai Gerindra dan untuk bayar saksi di TPS saat pencoblosan. Kalaupun itu benar, adalah sangat wajar,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1/2018).

Arief mengatakan, kemenangan seorang calon kepala daerah dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS- TPS . Saksi ini bekerja untuk memastikan suara calon tidak dimanipulasi. Di Jawa Timur sendiri, jumlah TPS yang ada di 38 kabupaten/kota sebanyak 68.511 TPS.

Pada setiap TPS, dibutuhkan sedikitnya 3 saksi. Jika uang makan saksi sebesar Rp 200.000 per orang, maka dibutuhkan Rp 41 miliar.

“Belum lagi saksi-saksi di tingkat PPS, PPK, dan KPUD. Belum lagi untuk dana pelatihan saksi sebelum pencoblosan yaitu sebesar 100 ribu per orang per hari. Dan butuh 3 hari,” kata Arief.

Artinya, kata dia, masih dibutuhkan dana sebesar 20,5 miliar. Kekurangan dana itu yang menanggung adalah kader Partai Gerindra.  Dana itu bisa didapat dari mana saja, bisa dari iuran seluruh kader untuk menutupi kekurangan. “Seperti pada Pilgub DKI Jakarta seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk bantu Anies-Sandi,” ujar dia.

Namun, Arief menegaskan, tidak ada permintaan Rp 40 miliar dalam surat mandat Gerindra kepada La Nyalla. Dalam surat mandat itu, La Nyalla hanya ditugaskan untuk mendapatkan partai koalisi yang bersedia mengusung La Nyala di Pilgub Jatim. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, La Nyalla gagal mendapat dukungan partai lain.

“Sampai surat tugas itu berakhir Mas La Nyalla tidak berhasil mendapatkan partai koalisi dalam hal ini partai besutan Pak Amien Rais (PAN),” ucap Arief.

Oleh karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan. Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Uang itu digunakan untuk saksi dalam Pilkada Jatim.

Meski tidak ada dalam surat, permintaan uang itu dilakukan saat La Nyalla melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di Hambalang, Bogor, Sabtu (10/12/2017), bertepatan dengan Gerindra mengumumkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

“Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyala kemarin. (Albar)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *