Rabu, 25 April 18

Best In Political Party Management Partai Keadilan Sejahtera

Best In Political Party Management Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai yang mampu mempertahankan eksistensinya sebagai partai Islam papan atas. Proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum telah menyatakan PKS lulus untuk Pemilu 2019. Hal itu dapat terjadi karena PKS sukses dalam mengelola kaderisasi hingga pelosok Nusantara serta mampu memenej dinamika internal dan eksternal untuk kemudian mengonversikannya menjadi sebuah kesuksesan.

 

Sejak awal kemunculannya PKS menjadi partai islam yang diperhitungkan karena mampu bertahan di tengah gempuran partai nasionalis seperti pada Pemilu tahun 2009 bahkan berhasil mendudukkan anggotanya di parlemen melebihi partai Islam lainnya. Performa PKS pun terlihat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa daerah Indonesia, seperti Pilkada DKI Jakarta, Pilkada Kalimantan Selatan, Pilkada Sumatera Utara, dan Pilkada Jawa Barat. Dalam Pilkada Jawa Barat tersebut, PKS mampu mendominasi suara selama dua kali periode pemilihan kepala daerah. Kondisi tersebut membuktikan elektabilitas serta eksistensi PKS tidak tergerus oleh kisruh internal dan eksternal partai. Melihat Indonesia tidak hanya dihuni oleh umat muslim saja akhirnya partai ini memilih untuk menjadi partai politik yang terbuka atau menjadi partai yang plural, menerima perbedaan dan keberagaman, salah satunya kebijakan yang ditelurkan oleh eliteelite PKS dalam skala nasional maupun skala lokal seperti melegalformalkan keanggotaan kalangan non-muslim, serta mendekati basis massa tradisional Islam.

 

PKS merupakan salah satu di antara banyak partai di Indonesia yang memiliki proses kaderisasi dan ideologisasi kader di internal partai sangat sistematis dan terorganisir. Secara ideologi/ platform PKS merupakan salah satu partai politik yang berideologi Islam atau lebih tepatnya ideologi Islam Ikhwanul Muslimin. Sebagai partai yang memiliki kesepahaman ideologi dengan Ikhwanul Muslimin, PKS memandang penerapan syariat Islam dalam haruslah secara menyeluruh (kaffah) dalam segala aspek kehidupan manusia karena menurut pandangan politik Ikhwanul Muslimin Islam bukan hanya sebatas ritual ibadah agama semata melainkan meliputi segala aspek kehidupan mulai dari aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga pada urusan penyelengaraan pemerintahan (negara). PKS juga memiliki kader yang memiliki semangat juang (militansi) yang tinggi, para kader ini bergerak tanpa pamrih dan bahkan tidak segan mengeluarkan harta pribadinya dalam menggerakan roda partai. Militansi kader PKS dirawat dengan baik oleh struktur karena kader merupakan aset yang terpenting bagi partai.

 

Mekanisme merawat kader sebagai aset bisa dilihat dari kurikulum tarbiyah yang komprehensif, yang berbeda setiap jenjang keanggotaan. Semakin tinggi jenjang keanggotaan semakin besar tanggung jawab dan penugasan yang harus diemban. Partai Islam ini juga tidak hanya melakukan pengkaderan kepada kalangan muslim saja, tetapi PKS tetap merangkul semua agama, maka dari itu membuat partai ini lebih flexsible dan terbuka dalam mengakomodasi kader-kader PKS yang non-muslim, terbukti Mantan Bupati Puncak Jaya (2006-2011) Lukas Enembe yang merupakan calon usungan dari partai religius dan negarawan ini. Secara Lukas Enembe menganut kepercayaan berbeda, tapi bagi PKS hal ini tidak menjadi sebuah permasalahan bagi partai.

 

Dalam pelaksanaan kebijakan partai, PKS merupakan salah satu partai yang militan dalam penerapan kebijakan apa yang dikeluarkan oleh partai, terutama jika hal itu terkait dengan strategi politik partai untuk memenangkan kontestasi politik baik itu di level daerah maupun pusat. Lahirnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak terlepas dari peran Partai Keadilan (PK). Perubahan PK menjadi PKS dikarenakan pada saat pemilu tahun 1999, PK tidak mampu memenuhi ambang batas parlemen sebesar 2%. Kondisi tersebut mengharuskan PK berganti nama serta lambang utuk dapat mengikuti pemilu tahun 2004. Selanjutnya PK berganti menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipakai secara resmi sejak 2 Juli 2003. PKS pada awalnya dicitrakan sebagai partai eksklusif dengan mengusung Gerakan Tarbiyah. Gerakan Tarbiyah merupakan gerakan dengan konsep Tarbiyah Islamiyah, yaitu penyiapan manusia yang saleh agar tercipta keseimbangan dalam potensi, tujuan, ucapan, dan tindakan dengan tujuan menciptakan kondisi yang kondusif bagi manusia untuk hidup secara lurus, baik dengan ridha dan pahala Allah SWT.

 

Selain itu PKS dikenal sebagai salah satu partai yang paling vokal memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Beberapa aksi PKS untuk kemerdekaan Palestina, antara lain dengan menempuh jalur demonstrasi. Tak jarang pula PKS mengecam negara yang tidak mendukung upaya kemerdekaan Palestina, seperti saat Amerika Serikat tidak menyetujui masuknya Palestina sebagai negara pemantau di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saat Indonesia ramai dengan isu Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT), partai berlambang padi dan bulan ini dengan tegas menolak agar RUU KUHP tidak disahkan karena bangsa Indonesia menginginkan terbebas dari perilaku yang merusak dan tidak beradab, serta tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

 

PKS adalah satu dari sekian nama partai ternama yang diakui banyak masyarakat karena perannya yang sangat aktif dalam berkontribusi dan melayani masyarakat. Tercatat beberapa kontribusi dan peran aktifnya untuk masyarakat telah diberikan. Dulu, PKS membentuk Tim Siaga Bencana di Trenggalek, selain itu PKS juga membentuk Tim Medis Darurat untuk dikirim ke Nabire saat pemerintah lamban dalam meresponnya. Belum lagi membentuk posko-posko bantuan korban bencana di beberapa titik wilayah Indonesia. PKS juga selalu memperlihatkan keberpihakannya kepada rakyat dan kepentingan nasional, bisa dilihat dari garis perjuangan PKS di parlemen, yaitu pembelaan pada tiga isu: kerakyatan, keumatan dan pengokohan nasionalisme Indonesia.

 

Dalam isu kerakyatan, PKS akan semakin all out membela kepentingan rakyat dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, terutama rakyat kecil. Dalam isu keumatan, PKS akan terus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat dalam dimensi perundang-undangan dan kebijakan nasional, serta secara aktif mendorong dan membersamai umat agar semakin besar kontribusinya kepada bangsa dan negara. Dalam rangka pengokohan nasionalisme Indonesia, PKS semakin tegas membela dan mempertahankan apa yang menjadi warisan para pejuang dan pendiri bangsa, yakni karakter ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. (Naskah: Iqbal R., Foto: Istimewa)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *