Senin, 11 Desember 17 | 12:51 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Bekraf Bantu Pamerkan Produk Kreatif Indonesia di Austin

Bekraf Bantu Pamerkan Produk Kreatif Indonesia di Austin
Photo Credit To Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf, saat membuka acara Press Conference dan Experience Session ‘Archipelageek from Indonesia to SXSW 2017’

Jakarta, Obsessionnews.com– Kreatif anak bangsa kalau tidak didukung oleh pemerintah, ibarat membuang garam di lautan. Banyak sekali potensi kreasi yang masih belum tergarap dengan baik. Masih banyak juga negara lain belum mengetahui bahwa Indonesia memiliki aset-aset bangsa yang tak ternilai.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menunjukkan komitmennya unutuk mendukung perkembangan produk dan pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menerbangkan perwakilan Indonesia ke Austin, Texas, Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti Festival South by Southwest (SXSW) 2017.

Festival SXSW itu diadakan pada 10 – 19 Maret 2017 lalu. Delegasi Indonesia yang beruntung terdiri dari 4 start-up dan 7 perusahaan teknologi pilihan. Yakni Digital Happiness, Qlue, Happy5, Kuassa, Anymo, Avani, Gojek, Bli-bli, Kaskus, Slingshot, dan Picmix. Selain itu, ada pula band Lightcraft yang juga berkesempatan tampil secara live di ajang internasional tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (16/6/2017), menyampaikan delegasi tersebut berkesempatan untuk memamerkan produk kreatif mereka di booth atau pavilion Indonesia bernama Archipelageek.

 

Perwakilan Start-Up dan Musisi Indonesia yang berkesempatan mengikuti Festival South by Southwest (SXSW) 2017 di Austin, Texas – Amerika Serikat [ki-ka: Arie Ardiansyah (CTO Kuassa), Adi Dharma (Community Manager Digital Happiness), Doni Priliandi (Chief Empathy Officer Happy5), Surya Dharmadi (COO Qlue), Imam Wisaya Surataruna dan Enrico (Lightcraft Band)]

Deputi Bidang IV Pemasaran Bekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia melalui Archipelageek from Indonesia to SXSW 2017 merupakan bentuk dukungan pemerintah meningkatkan secara signifikan kontribusi ekspor ekonomi kreatif ke dalam pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Pemerintah melalui Bekraf ikut serta dalam kegiatan ini untuk membuka pintu bagi produk kreatif ke pasar global, khususnya di sub-sektor musik, film, dan start-up teknologi,” ujarnya saat acara Press Conference dan Sharing Session ‘Archipelageek from Indonesia SXSW 2017 di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

SXSW diadakan sejak tahun 1987 di Austin. Festival ini telah dikenal luas sebagai event tahunan dunia yang menjadi wadah konferensi merayakan konvergensi industri interaktif, musik, dan film.

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang SXSW 2017 melalui ‘Archipelageek’ membuka kesempatan bagi pelaku industri kreatif Indonesia menampilkan produk terbaik mereka sekaligus memperluas jaringan global.

Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf, Bonifasius Pudjianto menjelaskan keikutsertaan Indonesia di SXSW  lalu merupakan momentum tepat untuk membuka akses bagi musisi, produser film, pengusaha, dan pengembang teknologi kreatif Indonesia untuk mendunia.

Kesempatan untuk memperluas peluang dan akses bisnis pun dirasakan sangat nyata oleh para start-up yang bekesempatan mengikuti SXSW 2017.

Arie Ardiansyah, CTO & Founder Kuassa mengatakan di festival itu dapat berinteraksi secara langsung dengan penggunanya dari AS yang juga merupakan pasar terbesar Kuassa. Festival ini memberikan kesempatan mendapatkan saran untuk berbagai fitur, design user interface, hingga suara.

Boni Pudjianto (Direktur Pemasaran Luar Negeri BEKRAF) memandu sharing session bersama perwakilan perusahaan teknologi yang berpartisipasi dalam festival South by Southwest (SXSW) 2017 (ki-ka: Lisa Widodo (Head of Operations and Product Management Bli-Bli), Jeffrey Budiman (CTO SlingShot), dan Gupta Sitorus (Chief Marketing Officer Avani)

Hal senada juga diungkapkan Kevin Kumala, Founder/Chief Green Officer, Avan. Ia menyatakan perusahaan teknologi yang digaunginya berkesempatan untuk bisa terekspos ke pasar internasional dan mendapatkan potensi penambahan modal dari investor di luar negeri.

Lightcraft, band yang menjadi satu-satunya perwakilan dari sub-sektor musik, menyatakan bahwa kesempatan tampil secara langsung di hadapan penonton International menjadi peluang untuk menyebarkan dan menunjukkan kapabilitas bermusik band yang beraliran indie-rock/dream ini.

Sementara Imam Surataruna, vokalis Lightcraft mengungkapkan bahwa selama di festival, dirinya bertemu dan berkenalan dengan banyak individu-individu penting di industri musik dunia memberi banyak pelajaran agar dapat terus berkembang sebagai band dan sebuah unit bisnis.

Bekraf juga mengumumkan rencana untuk melanjutkan keikutsertaan strategis Indonesia di SXSW 2018 yang akan diselenggarakan pada 9 – 18 Maret 2018 di Austin. Tiga sub-sektor yang akan berpartisipasi adalah Film, Musik, dan Interaktif. Informasi tentang tanggal dan persyaratan akan diinformasikan lebih lanjut di situs resmi Bekraf. (Popi)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *