Senin, 11 Desember 17 | 07:26 WIB

  • Flipboard
  • Linkedin

Bahaya Persangkaan

Bahaya Persangkaan

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah 

 

Kemarin saya berkunjung ke keluarga almarhum sahabat saya di Laweyan Solo. Anggaplah takziyah susulan, karena saat beliau wafat saya tak sempat langsung hadir.

Pagi itu di ruang tamu kami berbincang. Istri almarhum cerita bahwa beliau sering membela saya di forum teman-temannya tentang anggapan teman dan saudaranya.

Maklum, akhir-akhir ini santer isu-isu ngeri tentang saya, bahwa saya perencana makar, anti-Pancasila dan anti-NKRI, sampai saya itu agen asing yang disusupkan.

Istri beliau menirukan almarhum, “Mas Felix nggak seperti itu kok, kalian salah duga. Wong dia ke mana-mana aja pake batik, itu kenapa saya cocok sama dia,” katanya.

Padahal terakhir saya berjumpa beliau awal 2013. Beliau pengusaha batik di Laweyan, dan saya maniak batik. Masya Allah, semoga Allah selalu rahmati beliau.

Padahal saya bukan orang misterius, apalagi di masa informasi seperti saat ini. Saya punya facebook, twitter, instagram, web, g+, youtube, you name it, I have it.

Sebegitu banyak sumber info, tetap saja banyak yang salah info menyangka bahwa saya wahabi, takfiri, mengharamkan selfi, sampai bahwa saya menolak adanya 9 wali.

Kebanyakan tak mau pusing cari ‘faktanya’ sebab sudah nyaman dengan ‘katanya’, sibuk nyinyir hingga tak sempat mikir. Hingga sibuk menghakimi tanpa tahu yang sejati.

Ini pula yang terjadi dengan Islam di luaran, Islam dianggap penganjur kekerasan, memarjinalkan perempuan, intoleransi, sampai membolehkan bunuh diri.

Ini pula yang terjadi pada penguasa ketika menanggapi isu lhilafah, atau kerinduan Muslim terhadap Islam di negeri ini. Jadinya panik dan tak tepat obatnya.

Bila begitu banyaknya anggapan tidak tepat orang lain pada kita, tentu sangat mungkin begitu juga anggapan kita pada orang lain. Karenanya tabayyun menjadi penting.

Yang menyebabkan kecurigaan itu karena kita mis-informasi, dan setsm sangat senang menunggangi manusia yang punya buruk sangka pada saudaranya

Memang kita tak bisa menafikkan ada kelompok tertentu yang memang berusaha dan dengan niat menyuplai sitgma negatif. Tapi itu urusan mereka dengan Allah.

Berhati-hatilah terhadap buruk sangka, yang harusnya kawanmu bisa jadi lawanmu, harusnya kekasihmu bisa jadi musuhmu, harusnya bahagia hidupmu jadi sengsara.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *